Rinã¢â‚¬â„¢s Way Too Easy on You by Ichihi

Inilah Lirik Lagu Adele Easy On Me

Koropak.co.id, 15 October 2021 13:34:46

Penulis : Aisya Kartika

Inilah Lirik Lagu Adele Easy On Me

Koropak.co.id - Setelah sekian lama tak terlihat di dunia tarik suara, kini penyanyi asal Inggris, Adele kembali dengan merilis single terbarunya yang berjudul Easy On Me.

Lagu ini merupakan single perdana pasca dirinya bercerai dengan suaminya, dan setelah vacum selama 6 tahun lamanya dari industri musik, dengan sukses membawa penikmat lagu kedalam lirik demi lirik dari lagunya.

Berikut adalah lirik lagu Adele yang dirilis 15 Oktober 2021, dengan judul Easy On Me.

[Verse 1]
There ain't no gold in this river
That I been washin' my hands in forever
I know there is hope in these waters
But I can't bring myself to swim
When I am drownin' in the silence
Baby, let me in

[Chorus]
Go easy on me, baby
I was still a child
Didn't get the chance to
Feel the world around me
I had no time to choose what I chose to do
So go easy on me

[Verse 2]
There ain't no room for our things to change
When we are both so deeply stuck in our ways
You can't deny how hard I've tried
I changed who I was to put you both first
But now I give up

[Chorus]
Go easy on m?, baby
I was still a child
Didn't get the chance to
Feel th? world around me
Had no time to choose what I chose to do
So go easy on me
Sueco 'Paralyzed'

[Bridge]
I had good intentions
And the highest hopes
But I know right now
It probably doesn't even show

[Chorus]
Go easy on me, baby
I was still a child
I didn't get the chance to
Feel the world around me
I had no time to choose what I chose to do
So go easy on me

Sambut 1 Suro dengan Tapa Bisu Lampah Mubeng Beteng

Koropak.co.id, 30 July 2022 19:15:01

Fauziah Djayasastra

Koropak.co.id, Yogyakarta - Setiap daerah punya tradisi unik dalam menyambut dan memeriahkan tahun baru Islam. Bertepatan dengan itu juga merupakan tahun baru atau 1 Suro dalam penanggalan Jawa.

Keraton Yogyakarta selalu menyambutnya dengan menggelar Tapa Bisu atau Topo Bisu Lampah Mubeng Beteng. Itu merupakan tradisi tahunan dengan cara berkeliling di kawasan Keraton Yogyakarta tanpa berbicara sepatah katapun.

Diketahui, tradisi tersebut sudah dilakukan sejak zaman Sri Sultan Hamengkubuwono II. Serangkaian ritual yang terselenggara diawali dengan lantunan tembang macapat oleh para abdi dalem di Bangsal Srimanganti Keraton Yogyakarta.

Dalam tembang yang dilantunkan itu ada doa-doa dan harapan. Biasanya, ritual akan dimulai pada tengah malam dan berlangsung hingga dini hari.

Sebelum dimulai, lonceng Kyai Brajanala yang ada di Regol Keben akan dibunyikan sebanyak 12 kali. Lalu para abdi dalem akan berjalan mengelilingi beteng keraton dengan rute dimulai dari Bangsal Pancaniti.

Baca: Pawai Obor, Tradisi Sambut Malam Tahun Baru Islam

Rute kemudian berlanjut menuju Jalan Kauman, Jalan Agus Salim, Jalan Wahid Hasyim, Suryowijatan, lalu ke Pojok Beteng Kulon, Jalan MT Haryono, Pojok Beteng Wetan, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Ibu Ruswo, serta berhenti di Alun-Alun Utara Yogyakarta.

Para peserta dalam tradisi ini menempuh jarak kurang lebih 4 km dan berjalan tanpa berucap apapun. Rombongan terdepan adalah abdi dalem berpakaian Jawa, tanpa keris, tanpa alas kaki, membawa bendera Indonesia serta panji-panji Keraton Yogyakarta.

Panji-panji itu melambangkan abdi dalem dan lima wilayah, meliputi Bantul, Gunungkidul, Kota Yogyakarta, Kulonprogo, dan juga Sleman. Di belakang abdi dalem biasanya warga maupun wisatawan yang juga ingin memeriahkan tradisi tersebut.

Momen sakral dalam keheningan total itu adalah simbol evaluasi diri sekaligus keprihatinan atas segala perbuatan dalam setahun terakhir.

Selain sebagai bahan evaluasi dan perenungan, tradisi ini juga sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan dan memohon keselamatan serta kesejahteraan dalam menyambut tahun baru.

Silakan tonton berbagai video menarik di sini:

Kemenparekraf Usulkan Ponorogo Masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO

Koropak.co.id, 29 July 2022 15:17:38

Eris Kuswara

Koropak.co.id, Jawa Timur - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengusulkan Ponorogo sebagai UNESCO Creative Cities Network (UCCN) atau jaringan kota-kota kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, berharap, Festival Reog Ponorogo bisa menjadi event bertaraf internasional, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha.

"Tahun ini, kami juga akan mempersiapkan agar Ponorogo bisa menjadi bagian dari yang akan kami usulkan kepada UNESCO Creative Cities Network. Tak hanya itu saja, kami juga berharap Festival Reog Ponorogo ini bisa menjadi event internasional di masa mendatang," ujar Sandi saat menghadiri Festival Reog Ponorogo 2022 di Alun- Alun Ponorogo, Jawa Timur, belum lama ini.

Dalam rangka mendorong Festival Reog Ponorogo sebagai event international, pihaknya memberikan dukungan dengan mendaftarkan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) yang diusulkan Indonesia ke UNESCO.

"Tahun ini, kami akan mencoba lagi berusaha agar Reog juga bisa didorong sebagai Warisan Budaya Tak benda. Jika Ponorogo juga masuk UCCN, tentunya ini luar biasa, karena penilaiannya pun sangat detail. Begitu masuk event-event, maka wisatawan mancanegara akan datang ke sini, terlebih dikarenakan ini bisa menjadi jaringan dari kota-kota kreatif UNESCO," tambahnya.

Baca: Menguak Sejarah Ponorogo Hingga Dijuluki Kota Reog

Indonesia, lanjut Sandi, setidaknya memiliki ribuan warisan budaya yang sangat luar biasa. Tercatat, saat ini ada 1.239 Warisan Budaya Tak benda (WBTb), dan salah satunya adalah seni pertunjukan Reog yang bisa menjadi daya tarik wisata pembangkit ekonomi.

"Kita juga tentu tidak ingin apabila kekayaan budaya yang dimiliki ini sampai diakui oleh bangsa lain. Oleh karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan serta dalam menjaga dan melestarikan Reog Ponorogo ini agar menjadi kebanggaan dan warisan budaya yang diakui oleh dunia. Melalui Reog Ponorogo juga, nantinya kita akan kembangkan bagaimana peluang usaha dan lapangan kerja agar bisa diciptakan seluas-luasnya," tuturnya.

Bupati Ponogoro, Sugiri Sancoko, mengungkapkan, kegiatan Grebeg Suro ini sudah dua tahun lamanya dinantikan oleh masyarakat. Setidaknya juga ada hampir 52 kegiatan yang dilibatkan dalam kegiatan Grebeg Suro, termasuk juga festival reog mini, festival reog umum, dan festival gajah-gajah.

"Berbagai kegiatan yang diselenggarakan ini tentunya menafsirkan bahwa kami sebentar lagi siap menuju Creative Cities Network yang dibantu juga oleh Menparekraf. Kami berharap saja, semoga ke depan Ponorogo ini benar-benar bisa menjadi kota kreatif," ungkap Sugiri.

Diketahui, pertunjukan Reog dalam Festival Reog Ponorogo sendiri memadukan antara tarian, keterampilan olah tubuh dan cerita Panji yang terdiri dari penari, pemain musik atau pengrawit, serta pengiring.

Namun yang menjadi daya tarik dalam seni pertunjukan ini adalah salah satu penari utamanya yang menggunakan topeng terbesar di dunia. Bentuknya kepala harimau atau barongan yang dipadukan sebuah mahkota yang terbuat dari bulu merak atau Dhadhak Merak dengan berat keseluruhannya kurang lebih mencapai 40 kilogram.

Silakan tonton berbagai video menarik di sini:

Hampir Rampung, Benteng Pendem Diharapkan Jadi Wisata Edukasi

Koropak.co.id, 28 July 2022 15:15:52

Eris Kuswara

Koropak.co.id, Jawa Timur - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat saat ini tengah  menyelesaikan rehabilitasi bangunan Kawasan Pusaka Benteng Van den Bosch atau yang biasa disebut dengan Benteng Pendem yang ada di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Rehabilitasi itu dilakukan untuk menjaga kelestarian bangunan cagar budaya yang dibangun pada 1840-an itu, sekaligus meningkatkan potensi pariwisata. "Kawasan Benteng Pendem ini merupakan cagar budaya, oleh karena itulah penataannya harus dilakukan secara hati-hati agar nilai kulturalnya tetap terjaga dengan baik," ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam siaran pers, Rabu, 28 Juli 2022.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menuturkan, saat rekonstruksi telah rampung, Benteng Van Den Bosch atau Benteng Pendem Ngawi di Jawa Timur berpotensi bisa menjadi lokasi konser musik. Sebab, luas kawasan Benteng Pendem Ngawi ini sendiri mencapai 15 hektar, sebelum dikurangi luas bangunan inti sekitar 5 hektar.

"Jadi, untuk kegiatan yang diperbolehkan kawasan inti adalah kegiatan yang tidak merusak bangunan, seperti pengadaan museum, perpustakaan atau tempat memajang produk UMKM. Sementara terkait konser dan kegiatan yang akan mendatangkan orang banyak, akan dilaksanakan di luar kawasan inti seluas 10 hektar," paparnya.

Baca: 7 Bangunan Milik UGM Ditetapkan Cagar Budaya

Kepala Balai Besar Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, M. Reva Sastrodiningrat, mengungkapkan, sampai saat ini, pekerjaan revitalisasi sudah hampir mencapai 92 persen. Seluruh pekerjaan pada bangunan utamanya sudah hampir selesai, tinggal tahap penyelesaian pekerjaan bangunan tambahan.

"Untuk sisi pekerjaan yang dilakukan saat ini adalah pembangunan lima toilet umum, pembangunan jalur pedestrian sekitar kawasan yang nantinya bisa dimanfaatkan juga untuk lari pagi, serta pekerjaan lanskap. Targetnya selesai akhir Desember 2022 atau lebih cepat dari rencana kontrak selesai pada Januari 2023," beber Reva.

Pihaknya juga akan turut meningkatkan penghijauan di kawasan Benteng Pendem dengan tetap berkoordinasi kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. "Kami berharap, ke depan kawasan Benteng Pendem bisa dijadikan sebagai wisata edukasi sejarah cagar budaya yang dilengkapi dengan papan informasi penjelasan di setiap sudut ruangannya," tuturnya.

Silakan tonton berbagai video menarik di sini:

SMSI Jabar Bakal Gelar Rakerda di Bekasi, Ada Budaya Berbeda

Koropak.co.id, 28 July 2022 07:09:57

Eris Kuswara

Koropak.co.id, Jawa Barat - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Barat bakal menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) di District 1 Meikarta Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada 15 Agustus sampai 16 Agustus 2022.

Ketua SMSI Jawa Barat, Hardiyansyah, menuturkan, dalam rakerda kelima ini ada budaya berbeda dengan gelaran serupa sebelumnya. Ada semangat untuk melahirkan berbagai program, inovasi, dan terobosan-terobosan cemerlang agar SMSI semakin lebih baik.

"Selain membahas program kerja, agenda penting lainnya adalah penguatan peran SMSI dalam pembangunan di Jawa Barat. Salah satunya melalui berbagai kegiatan yang nyata dan positif untuk masyarakat Jawa Barat," tutur Hardiansyah.

Ketua SMSI Kabupaten Bekasi, Doni Ardon, menyebutkan, dalam acara nanti akan diadakan penyerahan award atau penghargaan untuk stakeholder dan para tokoh, terlebih kegiatan tersebut bertepatan dengan Hari Jadi ke-72 Kabupaten Bekasi.

"Kesiapan tuan rumah bisa dilihat dari adanya perjanjian kerja sama antara SMSI dan Kabupaten Bekasi dengan pengelola Meikarta terkait dengan penggunaan District 1," ujarnya seraya menambahkan, rakerda mendapatkan dukungan yang positif dari Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan.

Baca: SMSI dan TNI AD Satu Suara Wujudkan Cita-Cita Kemerdekaan

Untuk menyukseskan acara, panitia telah membuat flyer yang terbilang unik. Flyer tersebut menggunakan background dwimatra langit terselimuti awan seolah memberi pesan futuristik. Selain itu, terdapat foto panitia berjejer di atas truk trailer yang didesain model kartun.

Di sudut kiri atas terdapat logo Proklamasi Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia dan logo Hari Jadi ke-72 Kabupaten Bekasi. Sedangkan di sebelah kanan ada logo SMSI. Isi flyernya juga tidak memuat banyak kalimat, tapi sebatas informasi nama kegiatan, tempat, dan tanggal pelaksanaan.

Selain itu, SMSI Kabupaten Bekasi juga turut membuat video animasi serta membagikan link twibbon ke seluruh perusahaan media yang tergabung. Sejak dibagikan pada Selasa, 26 Juli 2022, sudah ada 204 dukungan media yang menjadikannya sebagai bingkai pilihan.

Link twibbon Rakerda SMSI Jawa Barat tahun 2022 dapat diunduh di https://twb.nz/rakerdasmsijabar2022.

Silakan tonton berbagai video menarik di sini:

7 Bangunan Milik UGM Ditetapkan Cagar Budaya

Koropak.co.id, 27 July 2022 12:31:56

Eris Kuswara

Koropak.co.id, Yogyakarta - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Sleman menetapkan 7 bangunan milik Universitas Gadjah Mada (UGM) masuk ke dalam daftar 25 cagar budaya Kabupaten Sleman tahun 2021.

Penetapan status cagar budaya tersebut dilakukan setelah melalui kajian dan penilaian yang dilakukan TACB  Kabupaten Sleman. Ketujuh bangunan UGM itu adalah Gedung Pusat UGM, Museum UGM Komplek Bulaksumur, dan lima bangunan lainnya di Komplek Panca Dharma yang berada di Sekip.

Penilaian itu didasarkan pada kriteria cagar budaya, nilai penting dan khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama atau kebudayaan khususnya di Kabupaten Sleman dan umumnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta memiliki nilai budaya penting bagi penguatan kepribadian bangsa Indonesia.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan, dengan adanya pemberian SK Cagar Budaya, pihaknya berharap bisa memberikan kepastian status hukum bagi bangunan cagar budaya, kesenian, maupun kearifan-kearifan lokal untuk budaya yang ada di Kabupaten Sleman.

"Cagar budaya ini merupakan bukti kekayaan yang dimiliki oleh bangsa, maka sudah seharusnya juga bagi kita bersama untuk melestarikannya. Selain itu, cagar budaya juga merupakan wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia yang sudah terlaksana sejak zaman dulu hingga menjadi sejarah," kata Kustini sebagaimana dilansir laman UGM, Selasa (26/7).

Baca: Tarik Wisatawan, Cirebon Gencar Gelar Seni Budaya di Ruang Terbuka

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Edy Winarya, menjelaskan, penetapan dan penyerahan status cagar budaya kepada pemilik ini adalah sebagai salah satu bentuk pelaksanaan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11/2010 Pasal 33 ayat 2, yaitu memberikan jaminan hukum kepada pemilik cagar budaya dalam wujud surat keterangan status cagar budaya.

"Untuk tujuan dari penetapan cagar budaya ini adalah sebagai langkah awal dari perlindungan terhadap benda, bangunan dan struktur yang memiliki nilai penting sejarah, pendidikan, agama, dan kebudayaan bagi kabupaten agar tidak hilang, rusak atau musnah dikarenakan faktor alam dan manusia," jelas Edy.

Direktur Perencanaan UGM, Muhammad Sulaiman mengucapkan terima kasih dikarenakan UGM mendapatkan penghargaan cagar budaya terbanyak di tingkat Kabupaten Sleman. Pihaknya berharap setelah 7 bangunan UGM menerima SK Cagar Budaya Kabupaten Sleman, akan terus dilanjutkan ke tingkat provinsi.

"Dalam upaya merawat cagar yang ada di UGM, kami akan memperhatikan aspek cagar budayanya, mengakomodasi perkembangan dan kebutuhan-kebutuhan terkini. Seperti, dengan melakukan implementasi di Gedung Pusat UGM dengan adanya fasilitas bangunan baru untuk mengakomodasi para difabel dan bangunan lift," ucap Sulaiman.

Silakan tonton berbagai video menarik di sini:

Tarik Wisatawan, Cirebon Gencar Gelar Seni Budaya di Ruang Terbuka

Koropak.co.id, 26 July 2022 12:10:17

Eris Kuswara

Koropak.co.id, Jawa Barat - Sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, Pemerintah Kota Cirebon secara masif mengaktivasi sejumlah titik dan ruang terbuka dengan menggencarkan kegiatan seni budaya dan kepariwisataan.

Tahun ini ditargetkan kunjungan empat juta wisatawan untuk datang ke daerah berjuluk Kota Udang tersebut. Salah satunya dengan menggelar kegiatan bertajuk "Malem Mingguan Ning Balekota" yang rutin diadakan setiap Sabtu malam atau malam Ahad.

Pada Malem Mingguan Sabtu, 23 Juli 2022, kemarin, ditampilkan ragam kesenian dan budaya dari kampung Pecinan di Kota Cirebon, mulai dari nyanyian hingga pertunjukkan barongsai dan liong. Ada juga kuliner khas Tionghoa yang biasanya disajikan saat peristiwa tertentu, turut disajikan dalam kegiatan tersebut. Salah satunya adalah ketan yupeng serta semua kuliner khas Tionghoa lainnya yang tentunya halal.

Kepala Bidang Kepariwisataan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Hanry David, menjelaskan, kegiatan Malem Mingguan Ning Balekota yang sudah berlangsung selama hampir tiga bulan itu merupakan pemicu untuk menarik kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon.

Baca: Empal Gentong, dari Timur Tengah Menjadi Ciri Khas Cirebon

"Nantinya, kegiatan malam mingguan itu tidak hanya digelar di depan Balai Kota, tapi juga akan digelar di titik lainnya yang tersebar di Kota Cirebon," kata David.

Ia menambahkan, Keraton Kasepuhan sudah mulai mengikuti kegiatan seperti yang ditampilkan di depan Balai Kota. "Kami berharap ke depannya itu paling tidak memiliki lima titik dan setiap titiknya itu minimal dua minggu sekali bisa menampilkan beragam kesenian dan budaya yang dimiliki Kota Cirebon. Wisatawan yang datang ke Kota Cirebon pun dapat menikmati hiburan di waktu sore sampai dengan malam hari," tuturnya.

Ia juga berharap, masyarakat sebagai pelaku seni dan budaya bisa turut serta dalam menambah konten-konten di ruang terbuka untuk menarik kunjungan wisatawan.

Silakan tonton berbagai video menarik di sini:

Kaghati Kolope, Layang-Layang Purba Suku Muna Tertua di Dunia

Koropak.co.id, 25 July 2022 15:16:56

Eris Kuswara

Koropak.co.id, Sulawesi Tenggara - Sulawesi Tenggara ternyata punya layang-layang yang usianya mencapai ribuan tahun hingga menjadikannya sebagai layang-layang tertua di dunia. Namanya Kaghati Kolope.

Layangan itu menjadi pesona tersendiri bagi Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Sebagai ajang pelestarian sekaligus juga pengakuan terhadap warisan budaya yang eksistensinya ramai diperbincangkan sampai ke mancanegara, maka diadakan Festival Kaghati Kolope.

Menariknya, festival itu sudah masuk secara resmi dalam kalender event nasional yang terselenggara berkat kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Muna dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Di Festival Kaghati Kolope 2022, layangan tradisional suku Muna ini kembali melayang di langit Kota Raha. Festival nasional itu berlangsung pada 22 Juli sampai 25 Juli 2022.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabupaten Muna, Darwin menjelaskan, berdasarkan sejarahnya, festival Kaghati Kolope pertama kalinya diadakan pada 2010 dan terakhir pada 2015.

"Di tahun 2022 ini, Pemkab Muna kembali menggelar festival tersebut, dan ini menjadi yang ketiga kalinya. Sebelumnya, nama dari festival ini bukan Kaghati Kolope, melainkan festival layang-layang," jelas Darwin.

Baca: Cara Empat Raja Jawa Lestarikan Budaya Melalui Catur Sagatra

Darwin mengungkapkan, pada 2014, Kaghati Kolope telah mendapatkan rekor muri dan tingkat internasional dengan meraih penghargaan sebagai layang-layang tertua di dunia. "Selain Festival Kaghati Kolope, ada juga lomba kreasi layang-layang yang pesertanya itu diikuti dari Jakarta, Semarang hingga Bali," ungkapnya.

Kaghati Kolope, si layang-layang legendaris itu dipercaya sudah ada sejak 4.000 tahun lalu. Tak seperti layang-layang pada umumnya, Kaghati Kolope dibuat langsung dari kelihaian tangan nenek moyang dengan menggunakan daun kolope atau umbi gadung, kulit bambu, serat nanas, dan tali.

Hal itu dibuktikan dengan adanya situs prasejarah lukisan layang-layang di Goa Sugi Patani, Liangkabori, Muna. Keunikan dari layangan Kaghati Kolope ini semua bahannya terbuat dari alam yang tumbuh di daratan Pulau Muna.

Dengan bahan dan keunikan yang dimilikinya itu, pantas saja Kaghati Kolope menjadi sebuah tradisi yang membanggakan bagi Indonesia, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Muna. Kendati terbuat dari bahan alami, Kaghati Kolope yang umumnya berukuran 170 centimeter ini, tahan air, bisa terbang tinggi, serta bisa melayang bebas di langit selama berhari-hari.

Layang-layang legendaris yang unik dan tangguh ini juga sempat berhasil mencuri perhatian dunia internasional saat berhasil menjadi juara pertama dan mengalahkan layang-layang dari Jerman pada lomba layang-layang internasional.

Kaghati Kolope dan Pulau Muna menjadi perbincangan utama para pemerhati layang-layang dikarenakan prestasinya yang gemilang dalam perlombaan layang-layang dunia.

Silakan tonton berbagai video menarik di sini:

SMSI dan TNI AD Satu Suara Wujudkan Cita-Cita Kemerdekaan

Koropak.co.id, 25 July 2022 12:15:27

Eris Kuswara

Koropak.co.id, Jakarta - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) satu suara dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Itu dibuktikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara SMSI dengan Pusat Sandi dan Siber TNI Angkatan Darat (PUSSANSIAD), di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jalan Veteran Jakarta, Kamis 21 Juli 2022 lalu.

Ketua Umum SMSI, Firdaus, mengatakan, SMSI dan TNI AD memiliki kesepahaman untuk saling bersinergi dan berpartisipasi dalam menjaga cita-cita kemerdekaan NKRI sebagai negara yang berdaulat, modern, adil, dan sejahtera.

Firdaus mengungkapkan, media-media yang menjadi anggota SMSI juga turut memiliki kesadaran dalam melakukan penyebaran informasi kebijakan dan kegiatan TNI AD secara cepat,  akurat, dan informatif melalui media siber di seluruh Indonesia, serta di akun-akun sosial media anggota SMSI kepada masyarakat luas.

"Melalui media siber dan sosial media, kami juga turut mengajak seluruh masyarakat untuk dapat memilah dan memilih setiap informasi yang masuk serta menangkal informasi palsu atau hoaks yang kerap beredar di sosial media," ujarnya dalam rilis yang diterima koropak.co.id, Ahad, 24 Juli 2022.

Baca: Inspirasi Dudung Abdurachman, Loper Koran Jadi Jenderal

Dalam kesempatan tersebut, Firdaus memberikan instruksi kepada seluruh pengurus SMSI di 34 Provinsi di Indonesia untuk proaktif dalam menindak-lanjuti PKS di daerahnya masing-masing. Caranya, melakukan silaturahmi dan menggelar audiensi bersama Pangdam maupun Danrem di wilayahnya masing-masing.

Sementara itu, Komandan Pusat Sandi dan Siber TNI Angkatan Darat (PUSSANSIAD), Brigjen TNI Iroth Sonny Edhie, menjelaskan, karakter penyalahgunaan media berbasis siber, terutama media sosial dapat dilihat dari cara kerjanya yakni dengan merekayasa serta menjungkir-balikkan fakta dan informasi, menyebarkan kebohongan dan melakukan provokasi melalui media siber.

"Penandatanganan PKI ini tentunya sangat penting dilakukan, sebagai upaya dalam meningkatkan literasi digital kepada masyarakat dan juga publikasi berkesinambungan yang smart, kreatif, produktif dan inovatif. Sehingga, nanti pada gilirannya, semua itu akan bermuara pada peningkatan kepercayaan publik terhadap kinerja TNI-AD," jelas Brigjen Iroth.

Silakan tonton berbagai video menarik di sini:

Menyemai Asa Budaya di Yayasan Atikan Borosngora Rancage

Koropak.co.id, 24 July 2022 12:28:27

Eris Kuswara

Koropak.co.id, Jawa Barat - Kemajuan teknologi memang tidak bisa dibendung. Ia datang bak air bah yang datang tiba-tiba lalu menerjang semua yang dilaluinya. Mengerikan. Dulu, anak-anak menghabiskan waktu luang dengan main bersama di tempat lapang, tapi kini sudah jarang terlihat.

Teknologi membuat anak asyik dengan dirinya sendiri. Gim dalam ponsel telah memaku anak-anak di kursi sampai lupa waktu. Orang tua resah, tapi tidak bisa berbuat banyak. Beragam cara dilakukan, namun tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

Fakta itu mendorong sejumlah orang di Bandung mendirikan Yayasan Atikan Borosngora Rancage. Di antaranya ada Aditya Alamsyah atau Abah Alam, Retno Dwi Marwati dosen ISBI, dan Dadan Permana yang ditunjuk sebagai ketua yayasan.

Didirikan pada 21 Mei 2021, yayasan yang beralamat di Jl. Tubagus Ismail Bawah No. 9, Kota Bandung, Jawa Barat, itu bergerak lantaran banyak permainan tradisional yang dilupakan, pendidikan dan kebudayaan permainan tradisi yang ditinggalkan, serta melihat anak-anak yang kehilangan kemandirian dan kepercayaan diri.

Sesuai namanya, atikan yang berarti pendidikan; rancage berarti kreatif pandai; dan borosngora yang merupakan Bahasa Sunda Panjalu Tunas berarti gotong royong, Yayasan Atikan Borosngora Rancage bergerak dengan semangat gotong royong melalui metode pendidikan budaya permainan untuk membentuk tunas-tunas bangsa yang kreatif, pandai, dan mandiri.

Defita Rosgandika, Kepala Bagian dan Pengembangan Yayasan Atikan Borosngora Rancage, mengatakan, pihaknya ingin menghidupkan kembali permainan tradisi budaya bangsa dan menciptakan metode pendidikan permainan dari alam serta nilai budaya bangsanya.

Baca: Keren! Labuan Bajo Punya Sanggar Kope Oles Todo Kongkol

"Kami mendorong permainan tradisi menjadi kurikulum pendidikan sekolah tingkat TK dan SD sebagai tunas awal bangsa, serta membuat komunitas permainan lintas generasi untuk anak Indonesia agar bisa mencintai nilai budaya bangsa sebagai jati diri kemandirian," tutur Defita kepada Koropak.co.id, Jumat, 22 Juli 2022.

Perempuan yang juga pemilik Sridara Art (SAE Indonesia) itu, Yayasan Atikan Borosngora Rancage merangkul semua anak tanpa kecuali, mulai dari anak sekolah, anak jalanan, anak HIV, hingga anak berkebutuhan khusus. "Bermain adalah hak semua anak," tandasnya.

Defita menegaskan, "Kami fokus ke pendidikan budaya pelestarian dengan metode permainan. Selain itu, kami juga berkeinginan untuk membuat metode permainan menjadi sebuah program pemerintah program Bandung layak anak, Jawa Barat layak anak dan Indonesia layak anak."

Beragam langkah konkret sudah dilakukan. Salah satunya turut serta menegaskan sarung Majalaya melalui asosiasi sarung tekstil sebagai salah satu permainan anak. Upaya lainnya adalah mengadakan Festival Dadali.

Dalam festival itu anak dan sekolah itu akan turut serta membantu dalam memperkenalkan permainan generasi ke generasi. Rencananya agenda itu akan dilangsungkan pada Sabtu, 23 Juli 2022, namun dikarenakan angka Covid-19 di Bandung kembali tinggi, kegiatan diundur ke Oktober 2022.

"Rencana ke depannya kami akan membuat web khusus untuk membantu dalam menjual produk tradisi budaya ke lingkup yang lebih luas lagi, sampai internasional, sembari memperkenalkan juga Indonesia," pungkasnya.

Silakan tonton berbagai video menarik di sini:

Dewan Kebudayaan Kota Cimahi Gelar Pojok Seni

Koropak.co.id, 23 July 2022 16:11:00

Eris Kuswara

Koropak.co.id, Jawa Barat - Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DkKC) menggelar kegiatan Pojok Seni dan Culinary Night yang diselenggarakan di kompleks Ruko Cimahi Square, Sabtu 23 Juli 2022. Di dalamnya ada berbagai penampilan, mulai dari Mr. Coustic, soulcoustic, Sanggar Tari Rengganis, Gentra Wirahma, Perpustakaan Jalanan Cimahi, Monolog Sastra Buhun  dan lain-lain.

Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cimahi, Hermana, menjelaskan, kegiatan itu diselenggarakan sebagai upaya pelestarian, pemanfaatan, dan pemajuan kebudayaan. "Latar belakang diadakannya kegiatan ini adalah sebagai upaya dalam menjaga, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan lokal yang ada di Kota Cimahi sebagai kreativitas unggulan yang bisa dijadikan potensi bagi kota Cimahi," tuturnya kepada Koropak, Sabtu (23/7).

Herman menjelaskan, kali ini Komite Musik kembali mengadakan kegiatan dengan menjembatani para pelaku seni, khususnya di bidang musik untuk berekspresi, berkreativitas dengan karya-karyanya. “Kegiatan ini juga turut memperkenalkan kepada masyarakat bahwa Cimahi itu banyak seniman yang sangat berpotensi dengan hasil karyanya yang perlu dijaga dan dilestarikan," tandasnya.

Kegiatan Pojok Seni yang diselenggarakan untuk yang kedua kalinya ini berkolaborasi dengan para pelaku usaha. Di sisi lain, pihaknya juga berupaya untuk membantu para pelaku usaha dalam meningkatkan pendapatannya, memperkenalkan produk dari masing-masing wilayah serta memperluas market penjualan dari para pelaku usaha itu sendiri.

Baca: WRI Indonesia Tantang Anak Kreatif Bandung Bikin Solusi, Berani?

"Selama masa pandemi Covid-19, seperti yang diketahui khususnya para seniman dan para pelaku usaha dari segi ekonomi itu, benar-benar terpuruk dalam mengembangkan potensi dan usahanya," ucapnya.

Sekretaris Dewan Kebudayaan Kota Cimahi, Siti Yanti Abintini, menambahkan, maksud dan tujuan diadakannya kegiatan Pojok Seni dan Culinary Night ini adalah untuk memperkenalkan sekaligus menggali potensi lokal di bidang kebudayaan dan usaha yang diharapkan meningkatkan ekonomi secara keseluruhan.

"Dengan diadakannya kegiatan ini, tentunya kami berharap bisa lebih mengembangkan, meningkatkan serta melestarikan lagi kebudayaan lokal, sekaligus juga membantu dan memfasilitasi para pelaku usaha dalam memasarkan produk-produknya," tambahnya.

Yanti juga mengharapkan kegiatan tersebut bisa menjadi agenda rutin dan bisa lebih luas lagi dalam merangkul para pelaku usaha. Selain itu, diharapkan juga lokasi kegiatan kali ini bisa dijadikan sebagai salah satu pusat kuliner unggulan bagi Kota Cimahi.

Silakan tonton berbagai video menarik di sini:

Inspirasi Dudung Abdurachman, Loper Koran Jadi Jenderal

Koropak.co.id, 23 July 2022 15:05:45

Eris Kuswara

Koropak.co.id, Jakarta - Rapat Pimpinan Nasional Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), di Markas Besar Angkatan Darat, Jalan Veteran Jakarta, Kamis, 21 Juli 2022, dipungkas dengan bedah buku "Loper Koran Jadi Jenderal - Seni Memimpin Jenderal TNI Dudung Abdurachman".

Buku yang ditulis Imelda Bachtiar itu menjadi asupan bergizi untuk pikiran dan inspirasi bagi anak bangsa. Sosok Dudung Abdurachman menjadi fenomenal saat baru empat bulan menjabat Pangdam Jaya pada Agustus 2020.

Kala itu, ia mengeluarkan ultimatum yang dahsyat dengan mengatakan "Siapa saja mereka yang coba-coba mengganggu persatuan dan kesatuan di wilayah Jakarta, akan saya hajar!". Selain itu, ia juga terkenal setelah menertibkan baliho Front Pembela Islam (FPI) yang tersebar di seantero Ibu Kota.

Danjen Kopassus, Mayjen TNI Iwan Setiawan menanggapi bahwa keberanian yang telah dilakukan Jenderal Dudung saat menurunkan Baliho FPI kala itu perlu ditiru oleh para generasi muda Indonesia.

Sebab, keberaniannya itu dilandasi untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dan negara Indonesia. Hal lain yang patut diapresiasi adalah kerja kerasnya.

Baca: Komandan Pusat Sandi dan Siber TNI AD Bicara Era 1.0 Hingga 4.0

"Jenderal Dudung sudah menjadi anak yatim sejak usia 12 Tahun. Kami juga sama-sama anak PNS yang hidupnya serba keterbatasan. Namun, yang membuat saya lebih terharu adalah kerja kerasnya dalam mengejar cita-cita," kata Iwan dalam rilis yang diterima Koropak, Sabtu, 23 Juli 2022.

Salah satu kerja kerasnya itu bisa dilihat saat ia jadi loper koran. Ia selalu meluangkan waktu selama 2 jam di setiap harinya untuk menjual koran. Uang hasil jualannya itu dikumpulkan untuk membantu adiknya.

Iwan berharap, sosok seperti Jendral Dudung ini bisa menginspirasi para generasi muda Indonesia. Ketegasan dan keberanian yang dimiliki Jenderal Dudung Abdurachman dalam menegakkan NKRI bisa menginspirasi semua pihak.

Silakan tonton berbagai video menarik di sini:

Cara Empat Raja Jawa Lestarikan Budaya Melalui Catur Sagatra

Koropak.co.id, 23 July 2022 07:35:48

Eris Kuswara

Koropak.co.id, Yogyakarta - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Catur Sagatra 2022 secara terbatas di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Jumat 22 Juli 2022.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, mengatakan, gelar budaya tersebut menampilkan tarian adiluhung dari masing-masing keraton yang sangat istimewa dan sarat makna. "Seperti tarian Bedhaya Mintaraga yang ditampilkan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, ia merupakan tarian yang sangat istimewa, karena diilhami dari serat Lenggahing Harjuna yang ditulis secara langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X," kata Dian.

Ia menegaskan, gelar budaya tersebut sangat penting dilaksanakan sebagai upaya pelestarian warisan budaya, sekaligus mengenalkan khazanah budaya di Yogyakarta dan Surakarta secara luas kepada masyarakat.

Baca: Jadi Obat Kangen Yogja, Selasa Wagen Kembali Digelar

"Selain sebagai pusat pengembangan budaya, empat keraton dinasti Mataram di Yogyakarta dan Surakarta juga tentunya akan terus menjaga dan melestarikan budaya yang diwariskan oleh leluhur," ucapnya.

Momentum itu dinilai sangat tepat dan strategis untuk mengenalkan warisan budaya berupa seni tari yang harus dilestarikan oleh semua pihak.

Catur Sagatra merupakan konsep pertalian trah Mataram Islam antara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Keraton Kesunanan Surakarta, Pura Pakualaman dan Pura Mangkunegaran. Perhelatan tahunan itu berawal dari gagasan empat raja Jawa, yakni Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Sri Paduka Paku Alam VIII, Sri Susuhunan Pakuwono XII, dan Sri Mangkunegara VIII.

Masing-masing keraton menampilkan tarian adiluhungnya, mulai dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang menampilkan tari Bedhaya Mintaraga, Keraton Kesunanan Surakarta Hadiningrat menampilkan tari Bedhaya Ratu, Pura Pakualaman menampilkan tari Bedhaya Wasita Nrangsemu, dan Pura Mangkunegaran menampilkan tari Bedhaya Ladrang Mangungkung.

Silakan tonton berbagai video menarik di sini:

leemorant.blogspot.com

Source: https://www.koropak.co.id/16338/inilah-lirik-lagu-adele-easy-on-me

0 Response to "Rinã¢â‚¬â„¢s Way Too Easy on You by Ichihi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel